Mendirikan Yayasan .. Cetak kirim sebagai e-Mail
Ditulis Oleh Web Admin   
Soal:Tanya Jawab ! Seandainya ada yang berkata: “Sesungguhnya yayasan-yayasan dakwah telah ada keharusan-keharusannya untuk membuatnya di zaman Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- dan di sana tidak ada penghalang untuk mendirikannya, maka mendirikan yayasan setelah wafatnya rosululloh adalah diantara perkara muhdats (bid’ah), apakah ucapan ini benar ?

 

Dijawab oleh Asy-Syaikh Muqbil –rohimahulloh- :

Segala puji bagi Alloh semoga salam dan salawat senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad , keluarga , sahabat dan para pengikutnya , saya bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Alloh semata dan tidak ada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rosul-Nya , Amma ba’du:

Pertanyaan tadi adalah pertanyaan yang sangat bagus, dari itu kami sejak dahulu berkata :

Sesungguhnya meninggalkan yayasan itu lebih baik dari daripada mengadakannya , karena sesungguhnya Nabi-shollallohu ‘alaihi wa sallam- beserta para sahabatnya lebih butuh terhadap harta daripada kita bersamaan dengan itu mereka tidak mendirikan yayasan , dengan inilah MENINGGALKAN YAYASAN LEBIH BAIK DARI PADA MEWUJUDKANNYA. Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi –shallallohu ‘alaihi wa sallam- , dan juga yayasan –yayasan adalah penyebab timbulnya hizbiyah “siapa yang bersama dengan kami , kami membantunya dan siapa yang tidak bersama kami maka kami tidak mau membantunya..

(kitab Jam’iyyah Harakatun Bilaa Barakah hal 119-120 diambil dari kaset Al-Ghorotu Asy-Syadiidah tanggal 10 Shofar 1420 H)

 

 

 

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Permata Salaf ..

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullahu menerangkan: “Ini dalam jihad memerangi musuh yang dhahir (lahir) yakni jihad melawan orang-orang kafir. Seperti itu pula dalam jihad memerangi musuh yang batin yakni jihad melawan (kejahatan) jiwa dan hawa nafsu. Maka sungguh berjihad pada keduanya (dhahir dan batin) merupakan seagung-agungnya jihad. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
الْـمُـجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي اللهِ
“Seorang mujahid adalah orang yang memerangi jiwanya karena Allah.” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, hal. 516)
 
Allohummanshur Ikhwaananaa Salafiyyiin bidammaaj (Ya Alloh Tolonglah Saudara-saudara kami salafiyyin di Dammaj) Allohumma allif baina quluubihim (Ya Alloh satukan hati-hati mereka) Allohumma tsabbit aqdaamahum (Ya Alloh kokohkan kedudukan mereka) Wanshurhum 'alal Qoumil Kaafirin (Tolonglah (mereka dari orang-orang kafir) Allohumma 'alayka birrofidhoh (Ya Alloh HANCURKAN rofidhoh) Allohumma dzalzilhum (Ya Alloh goncanglah mereka) Wafarriq Syamlahum (Obrak-abriklah persatuan mereka) Allohumma dammirhum tadmiiroo (Ya Alloh HANCURKAN mereka sehancur-hancurnya) Ya Robbal'alamin (Wahai pencipta Alam Semesta)
i-Radio Network .::

dengar

tekan play, bila tak terdengar? Cobalah klik di sini . .

[ 1 pengunjung Online ]
Hits Counter: 565530
mod_vvisit_counterHari ini16
mod_vvisit_counterKemarin312
mod_vvisit_counterPekan ini967
mod_vvisit_counterBulan ini6343
mod_vvisit_counterTotal40751
free counters