Terapi Tabir Juz Cetak kirim sebagai e-Mail
Ditulis Oleh Ustadz Abu Muawiyah   
Tanya - JawabPertanyaan: Abu Aisyah” < Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya >
Saya mohon penjelasan Ustadz tentang TIRAI JUZ karya Gus AA dan H. Ziyad Ulhaq SQ, yaitu sebuah metode mengenal karakter melalui tadarus Al-Quran untuk mengetahui dan bersikap dengan seseorang. Info yang saya dapat bahwa metoda tersebut mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki juz nya masing² (berbeda) sesuai dengan kepribadiannya. Jika kita sudah mengetahui juz kita, maka jika kita dalam kesulitan lalu membaca juz kita, kesulitan akan hilang. Bagaimana menurut al qur’an dan sunnah tentang hal ini? Jazakallohu khoyran.
 
Jawaban:
Keyakinan bahwa setiap manusia mempunyai juznya masing-masing adalah keyakinan yang bid’ah karena Nabi -alaihishshalatu wassalam- tidak pernah menyinggung sedikit pun tentang hal itu.
Al-Qur`an diturunkan kepada beliau, dan para sahabat langsung mempelajari Al-Qur`an itu dari mulut beliau, dan beliau adalah makhluk yang paling semangat agar umatnya (terkhusus para sahabatnya) mendapatkan kebaikan dan paling khawatir kalau umatnya mendapatkan kesusahan dan kesulitan.
Akan tetapi bersamaan dengan semua itu, beliau -alaihishshalatu wassalam- sama sekali tidak pernah mengajarkan kepada mereka untuk memanfaatkan Al-Qur`an seperti ini (tirai juz) ketika mereka tertimpa musibah.

Betul, semua ayat Al-Qur`an adalah obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Karenanya ayat apapun yang dia baca dengan harapan dengannya dia bisa terhindar atau lepas dari kesulitan, maka hal itu diperbolehkan karena termasuk bertawassul kepada Allah dengan nama-nama dan sifat-sifatNya atau tawassul dengan amalan saleh (membaca Al-Qur`an). Hanya saja jika dia membatasi kemampuan Al-Qur`an menghilangkan kesulitan hanya pada juz tertentu (tergantung orangnya) maka ini adalah bid’ah yang mungkar.
 
Karena di antara kaidah mengenal bid’ah yang disebutkan oleh para ulama adalah: Mengkhususkan/membatasi sebuah amalan yang bersifat umum tanpa ada dalil maka itu adalah bid’ah. Wallahu a’lam bishshawab.
 
 
 
================
* URL sumber, klik di sini ..
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Permata Salaf ..

Ma’ruf rahimahullahu berkata: “Pembicaraan seorang hamba tentang masalah-masalah yang tidak ada faedahnya merupakan kehinaan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala (untuknya).”  (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam 1/290-294)
 
Allohummanshur Ikhwaananaa Salafiyyiin bidammaaj (Ya Alloh Tolonglah Saudara-saudara kami salafiyyin di Dammaj) Allohumma allif baina quluubihim (Ya Alloh satukan hati-hati mereka) Allohumma tsabbit aqdaamahum (Ya Alloh kokohkan kedudukan mereka) Wanshurhum 'alal Qoumil Kaafirin (Tolonglah (mereka dari orang-orang kafir) Allohumma 'alayka birrofidhoh (Ya Alloh HANCURKAN rofidhoh) Allohumma dzalzilhum (Ya Alloh goncanglah mereka) Wafarriq Syamlahum (Obrak-abriklah persatuan mereka) Allohumma dammirhum tadmiiroo (Ya Alloh HANCURKAN mereka sehancur-hancurnya) Ya Robbal'alamin (Wahai pencipta Alam Semesta)
i-Radio Network .::

dengar

tekan play, bila tak terdengar? Cobalah klik di sini . .

[ 20 pengunjung Online ]
Hits Counter: 547455
mod_vvisit_counterHari ini292
mod_vvisit_counterKemarin293
mod_vvisit_counterPekan ini292
mod_vvisit_counterBulan ini1514
mod_vvisit_counterTotal35922
free counters