 Banyak pertanyaan seputar alkohol yang masuk ke meja redaksi, kaitannya dengan obat, kosmetika, atau pun lainnya. Berikut ini penjelasan Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari hafizhahullohu ta 'a-la. |
|
Sebagaimana bulan Muharram (Jawa: Suro) itu diyakini sebagai bulan yang keramat dan membawa sial, maka muncul pula anggapan bahwa bulan Shafar adalah bulan yang membawa sial, naas, dan penuh dengan malapetaka. Karena bulan sial, maka tidak boleh mengadakan hajatan pada bulan tersebut, atau melakukan pekerjaan-pekerjaan penting lainnya karena akan mendatangkan bencana, atau kegagalan dalam pekerjaannya itu. |
|
 Apakah alkohol yang digunakan untuk disinfeksi alat-alat medis termasuk najis? ('Aisyah, Yogyakarta) Jawab: Alhamdulillah. Telah kita ketahui pada pembahasan Problema Anda edisi lalu bahwa alkohol merupakan bahan memabukkan yang merupakan inti dari khamr, sehingga haram bagi seorang muslim untuk memiliki alkohol dengan cara apa pun, baik dengan membuatnya sendiri, membelinya, atau dengan cara yang lain. |
|
|
Assalaamu 'alaikum warohmatullohi Wabarokaatuh Alhamdulillah, Wash-sholatu wassalaamu 'ala rosulillah, Amma ba'd
 Akhi Fillah semoga Alloh Merahmatimu .. Alhamdulillahi robbil 'alamin, sungguh hati ini berbahagia tatkala mendapat kiriman hadiah darimu. Apapun hadiah itu, berapapun nilainya, aku terima dengan tangan terbuka. Sungguh agung dan indah ajaran Islam yang menganjurkan agar saling mendekatkan hati, saling bersaudara dan mencintai di antara sesama kaum muslimin. Islam mensyari'atkan sarana yang dapat menyebabkan keakraban, mendamaikan dan menghilangkan kabut hati. |
|
|
 Ustadz yang saya hormati, saya ingin menanyakan satu permasalahan. Di daerah saya banyak orang yang mengaku mengikuti madzhab Syafi'iyah, dan saya lihat mereka ini sangat fanatik memegangi madzhab tersebut. Sampai-sampai dalam permasalahan batalnya wudhu' seseorang yang menyentuh wanita. Mereka sangat berkeras dalam hal ini. Sementara saya mendengar dari ta'lim-ta'lim yang saya ikuti bahwa menyentuh wanita tidak membatalkan wudhu'. Saya jadi bingung, Ustadz. Oleh karena itu, saya mohon penjelasan yang gamblang dan rinci mengenai hal ini, dan saya ingin mengetahui fatwa dari kalangan ahlul ilmi tentang permasalahan ini. Atas jawaban Ustadz, saya ucapkan Jazakumullah khairan katsira. (Abdullah di Salatiga) |
|
|
 Mereka begitu khawatir kalau-kalau amalannya tidak diterima. Namun berbeda dengan kita yang amalannya begitu sedikit dan sangat jauh dari amalan para salaf. Kita begitu “pede” dan yakin dengan diterimanya amalan kita. Sungguh, teramatlah jauh kita dengan mereka. Itulah kekhawatiran para salaf. |
|
 Pertanyaan: Abu Aisyah” <
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
> Saya mohon penjelasan Ustadz tentang TIRAI JUZ karya Gus AA dan H. Ziyad Ulhaq SQ, yaitu sebuah metode mengenal karakter melalui tadarus Al-Quran untuk mengetahui dan bersikap dengan seseorang. Info yang saya dapat bahwa metoda tersebut mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki juz nya masing² (berbeda) sesuai dengan kepribadiannya. Jika kita sudah mengetahui juz kita, maka jika kita dalam kesulitan lalu membaca juz kita, kesulitan akan hilang. Bagaimana menurut al qur’an dan sunnah tentang hal ini? Jazakallohu khoyran. |
|
 Cacar Air, dalam bahasa Inggris disebut sebagai Chickenpox, atau dalam bahasa kedokteran disebut sebagai Varicella. Penyakit yang sangat menular ini disebabkan oleh virus bernama Varicella Zooster Virus (VZV). Penyakit ini punya gejala yang khas, muncul biasanya di tubuh bagian tengah dulu, kemudian ke kepala dan tangan serta kaki. Keluhannya mula-mula timbul gatal dan muncul gelembung kecil-kecil seperti jerawat yang disebut vesikel. Bila tidak sampai pecah, kelainan kulit ini dapat sembuh sempurna tanpa bekas. |
|
| |
Permata Salaf ..
|
Wahai saudaraku, jika engkau menerima sesuatu dari manusia maka engkaupun memotong lisanmu (tidak berani bicara di saat wajib menegur mereka). Dan engkau memuliakan sebagian orang kemudian merendahkan sebagian yang lain, padahal ada balasan yang akan menimpamu di hari kiamat. Maka harta yang diberikan oleh seseorang kepadamu hakikatnya adalah kotoran dia, dan tafsir dari kotoran dia adalah pembersihan amalannya dari dosa-dosa. Jika engkau menerima sesuatu dari manusia, maka saat mereka mengajakmu kepada kemungkaran engkaupun menyambutnya. Sehingga, sungguh orang yang memakan kotoran manusia bagaikan orang yang memiliki sekutu-sekutu dalam suatu perkara yang mau tidak mau dia akan menjadi bagian dari mereka. (kitab Mawa’izh Lil Imam Sufyan Ats-Tsaury, hal. 82-84)
|
|
|