|
Pada lembaran ini di edisi yang lalu kita telah membicarakan lima hal yang dapat dilakukan untuk membentengi rumah dari setan, yaitu:
1. Mengucapkan salam ketika masuk rumah dan banyak berzikir
2. Berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika makan dan minum
3. Banyak membaca Al-Qur’an dalam rumah
4. Membaca secara khusus surah Al-Baqarah dalam rumah
5. Banyak melakukan shalat sunnah/nafilah dalam rumah. |
|
Hukum Ucapan “Syukron” ( شكرا ) Bagi Seseorang yang Berbuat Baik Terhadap Orang Lain Maka Jawaban Asy-Syaikh:  “Barangsiapa yang melakukan hal itu, maka ia telah meninggalkan perkara yang lebih utama (afdlal), yaitu ucapan Jaza-kallohu Khoiron ( جزاك الله خيرا ) |
|
Khuthbah Terakhir ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz rohimahullohu ta 'a-la
Yang kemudian beliau menangis, dan tidak pernah beliau berkhuthbah lagi setelah itu sampai wafatnya.
Wahai sekalian manusia, “Sesungguhnya tidaklah kalian diciptakan dengan sia-sia, dan kalian tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan dilarang.
|
|
|
Dunia adalah tempat ujian dan cobaan Sesungguhnya dunia adalah negeri tempat berbagai macam ujian dan cobaan serta amalan. Di dunia ini kita mengalami berbagai musibah, penyakit, dan semua yang mengeruhkan pikiran kita. Semua itu sesuai dengan takdir Allah Yang Maha Hakim (Menempatkan sesuatu sesuai pada tempatnya) lagi Maha mengetahui. Musibah dan kesulitan-kesulitan tersebut umumnya disebabkan oleh dosa yang kita lakukan.
|
|
|
Sesuatu yang tak dapat dihindari dalam hidup bermasyarakat adalah kehidupan bertetangga. Karena yang kita harapkan adalah hidup bermasyarakat dengan tenteram dan damai, tentunya kita juga harus hidup dengan tenteram dan damai bersama tetangga kita. Alangkah nyaman hidup bersama tetangga yang baik.
|
|
إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ فَبِتَقْوَاهُ يَجْعَلْ لَكُمْ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَجًا {وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا}. |
|
|
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berangkat dari Makkah pada hari Sabtu di bulan Syawwal tahun ke delapan hijrah.
Menyusun barisan muslimin
Setelah mendekati wilayah pertahanan musuh, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai menyusun barisan para sahabatnya dan menyerahkan bendera kepada beberapa orang Muhajirin dan Anshar: |
|
|
Bolehkah ayah dan ibu mengajarkan hafalan Al-Qur’an kepada anak mereka yang masih kecil, sementara keduanya tahu si anak terkadang melantunkan surat yang dihafalnya di kamar mandi saat buang hajat, atau si anak membacanya dengan cara yang tidak pantas (terhadap Al-Qur’anul Karim), dalam keadaan si anak telah berulang kali diperingatkan? |
|
|
|